0

Konfigurasi DNS server pada Slackware

Posted by Alfian Abdul Ghaffar on 09.54
sebelum memulai set dulu ip komputer (server domain) anda menjadi static dengan cara yang pernah dipost.. di /etc/rc.d/rc.inet1.conf
di setting ini saya menggunakan ip 192.168.1.9 dan domain bagus.com
BIND





Ada banyak program untuk membuat DNS server, berhubung yang default terinstall di slackware adalah bind9 maka kita akan menggunakan itu saja. Jika bind9 terinstall maka akan terdapat beberapa file – file instalasi default seperti :
var/named/caching-example/named.ca
var/named/caching-example/named.local
var/named/caching-example/localhost.zone
etc/rc.d/rc.bind
etc/named.conf
etc/resolv.conf
Tiga file awal adalah contoh dari konfigurasi bind9, file selanjutnya adalah init script (rc.bind) dan konfigurasi dari bind (named.conf).
pertama setting named.conf :
$nano /etc/named.conf
Berikut adalah isi dari file named.conf yang masih perawan :
options {
directory “/var/named”;
/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below. Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
// query-source address * port 53;
};
//
// a caching only nameserver config
//
zone “.” IN {
type hint;
file “caching-example/named.ca”;
};
zone “localhost” IN {
type master;
file “caching-example/localhost.zone”;
allow-update { none; };
};
zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “caching-example/named.local”;
allow-update { none; };
};
Kita akan bahas per blok, dan apa saja modifikasi yang akan kita buat.
Blok pertama
options {
directory “/var/named”;
/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below. Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
// query-source address * port 53;
};
Blok ini merupakan global setting dari bind, directory “/var/named” adalah direktory kerja dari bind, di direktory tersebut di tempatkan file – file konfgurasi domain yang biasa di sebut zone. Tidak disarankan untuk mengutak – atik blok ini kecuali Anda tahu apa yang Anda kerjakan. Atau dengan kata lain, biarkan mi saja begitu.
Blok Kedua
zone “.” IN {
type hint;
file “caching-example/named.ca”;
};
Blok ini merupakan blok root zone atau kasarnya alamat – alamat dari domain – domain internasional. Kita membutuhkan blok root zone ini. Biasanya saya melakukan perubahan dengan menghilangkan “caching-example/” pada baris file sehingga hanya berbentuk seperti ini :
file “named.ca”;
Ini soal kebiasaan saja, saya lebih senang melihat semua file – file zone berada di bawah direktori /var/named, jadi tinggal ganti saja baris file tersebut dan pindahkan filenya :
# mv /var/named/caching-example/* /var/named
Blok Ketiga
zone “bagus.com IN { >>jika ingin ubah nama domain ganti localhostnya
type master;
file “caching-example/localhost.zone”;
allow-update { none; };
};
Blok ini adalah forward localhost, Dalam artian jika dns server mendapatkan perintah untuk mengetahui alamat ip dari localhost maka bagian blok ini yang mengurusnya.
saya sarankan untuk tetap menyimpan blok ini tapi berhubung sudah memindahkan file /var/named/caching-example/ jadi bari filemenjadi :
Blok Keempat
zone “9.1.168.192.in-addr.arpa” IN { ===>>>ip addres server dibalik
type master;
file “caching-example/named.local”;
allow-update { none; };
};
Blok ini merupakan kebalikan dari blok localhost atau biasa disebut reverse, karena kebalikan reverse kerjanya juga terbalik yaitu mencari nama dari ip yang di”query”kan ke DNS server.
Semua konfigurasi diatas jika betul (termasuk nama filenya dan direktorinya) maka DNS server kita sudah bisa digunakan, kita tinggal mengaktifkannya mengeksekusi file rc.bind
setelah itu edit;
#nano /etc/resolv.conf
tambahkan:
search localhost
domain localhost
nameserver 192.168.1.9
setelah itu save (Ctrl+X, y,enter)
Kemudian, untuk mengedit isi localhost.zone ketikkan perintah :
#cd /var/named/caching-example/
#nano localhost.zone
edit (ubah localhost sesuai nama domain dan ip sesuai ip static)
$TTL 86400
$ORIGIN bagus.com.
@ 1D IN SOA @ root (
42 ; serial (d. adams)
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum
1D IN NS @
1D IN A 192.168.1.9
setelah itu keluar dan save
kemudian untuk mengedit named.local :
#nano named.local
edit sesuai domain dan ip static juga
#$TTL 86400
@ IN SOA bagus.com. root.bagus.com. (
1997022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS bagus.com.
1 IN PTR bagus.com.
keluar dan save
setelah itu restart bindnya :
#nano etc/rc.d/rc.bind restart
(jika keluar no permission ketikkan #chmod +x /etc/rc.d/rc.bind)
setelah sukses direstart, coba di cek apakah sudah jalan apa belum..
#nslookup bagus.com
hasil sukses :
Server: 192.168.1.9
Address: 192.168.1.9#53
Name: bagus.com
Address: 192.168.1.9
Selamat berjuang!!



0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Doa, Usaha dan Secercah Harapan All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.